<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Koen</title>
	<atom:link href="http://koen.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koen.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 13:36:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Groovia Lite</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/05/06/groovia-lite/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/05/06/groovia-lite/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 13:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3596</guid>
		<description><![CDATA[Ruang Avatar di STO Jakarta Gambir masih menunjukkan aktivitas luar biasa. Ada kegiatan operasional, pengembangan, dan persiapan penambahan feature untuk produk IPTV Groovia. Tapi juga ada persiapan layanan baru: Groovia Lite. Idenya, Groovia menjadi konteks untuk menumbuhkan industri multimedia baru, berbasis video berkecepatan dan berkualitas tinggi. Dari konteks ini, dimungkinkan penanaman investasi untuk perbaikan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ruang Avatar di STO Jakarta Gambir masih menunjukkan aktivitas luar biasa. Ada kegiatan operasional, pengembangan, dan persiapan penambahan feature untuk produk IPTV Groovia. Tapi juga ada persiapan layanan baru: Groovia Lite.</p>
<p>Idenya, Groovia menjadi konteks untuk menumbuhkan industri multimedia baru, berbasis video berkecepatan dan berkualitas tinggi. Dari konteks ini, dimungkinkan penanaman investasi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas network hingga ke lokasi customer. Dimungkinkan juga diciptakan layanan di atas layanan video serta di atas jaringan berkecepatan tinggi.</p>
<p>Namun, mungkin belum semua dari kita memerlukan TV. Aku termasuk salah satunya sih: sudah beberapa tahun gak punya TV lagi. Hidup lincah tak terpaku membuat kita lebih akrab dengan piranti mobile (dari notebook s.d. smartphone) yang kian informatif dan interaktif. Konten TV, andaipun diperlukan, bisa diakses dari gadget kita. Ini yang mendasari Groovia Lite: konten dan aplikasi video dan multimedia lainnya di atas jaringan Internet yang tidak harus istimewa.</p>
<p>Groovia Lite dimaksudkan menjadi versi lite dari Groovia, untuk diakses dari notebook, tablet, smartphone, dan gadget lain. Di dalamnya, dapat diperoleh Live TV, TVOD, VOD, hingga konten-konten tambahan seperti radio, e-book, dan aplikasi untuk gadget kita. Sebuah digital store atau bahkan digital mall berwarna multimedia. Konten gratis, berbayar, berbundling, dll, akan dapat diperoleh di sini. Groovia Lite adalah sebuah <a href="http://fk.vc/aiv">model bisnis OTT</a>.</p>
<p>Masih versi beta, Groovia Lite sudah dapat mulai ditengok di situs <a href="http://fk.vc/glite">GrooviaLite.com</a>. On air TV dari beberapa saluran TV nasional, recorded TV, dan beberapa sampel video telah dapat digunakan untuk uji coba.</p>
<p><a href="http://fk.vc/glite"><img class="aligncenter size-full wp-image-3597" title="Groovia Lite" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/05/SMKN29.png" alt="" width="500" height="381" /></a></p>
<p>Aplikasi Android dari Groovia Lite, baik untuk tablet maupun untuk smart phone, tersedia untuk diunduh. Aplikasi iOS sebenarnya telah dapat digunakan. Tapi masih menunggu approval dari Apple.</p>
<p>Aku sudah coba ketiga apps ini: versi iOS di iPhone (Telkomsel Flash), Android smart phone di HTC Evo 3D (Flexi EVDO), dan Android tablet di Kindle Fire (Speedy WiFi). Semuanya versi original (tanpa jailbreak untuk iOS, dan unrooted untuk Android). Ketiganya menunjukkan kualitas yang memadai. Pertama kali memasang konten video, memang gambar akan kabur. Saat itu terjadi proses penentuan kualitas optimal melalui adaptive streaming. Buat pemakai komputer, versi web juga tak kalah baik kualitasnya. Waktu Najwa Shihab dengan cerdik menampilkan kebohongan (atau mungkin inkompetensi) Mendikbud di acara Mata Najwa (soal Ujian Nasional yang menurut beliau sangat bersih tak bernoda), aku menyimak sepanjang acara dengan Groovia Lite ini.</p>
<p>Tapi memang khawatir juga sih. Misalnya, jangan2 jadi sering tergoda nonton pakai Kindle Fire. Bukannya dipakai baca buku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/05/06/groovia-lite/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Namaku Adalah</title>
		<link>http://pi.koen.cc/2012/04/namaku-adalah/</link>
		<comments>http://pi.koen.cc/2012/04/namaku-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 14:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pi.koen.cc/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Gak sengaja baca nama Derrick Lee of Alcatel di Linkedin. Apa ini Derrick Lee yang sama dengan yang dulu bisa hafal namaku? Kami ketemu di meeting di Telkom Divre III, waktu aku masih bau mahasiswa, dan kalimat kunci untuk membuka rapat masih &#8220;I would also like to express our gratitude to &#8230;..&#8221; . Eh, jangan2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Gak sengaja baca nama Derrick Lee of Alcatel di Linkedin. Apa ini Derrick Lee yang sama dengan yang dulu bisa hafal namaku? Kami ketemu di meeting di Telkom Divre III, waktu aku masih bau mahasiswa, dan kalimat kunci untuk membuka rapat masih “I would also like to express our gratitude to …..” :) . Eh, jangan2 sekarang juga masih . Tahun berikutnya, aku lihat dia di sebuah pameran di Jakarta. “Hei! Kuncoro!” teriak dia. “How do you remember my name?” tanyaku. “Kuncoro Wastuwibowo? Sure. My memory is not bad.” jawab dia, bikin aku lebih kaget.

Namaku unik kali ya. Tapi Prof Suhono juga, di awal2 kami baru kenal dulu, selalu kekeuh manggil aku “Kusumo.” Waktu aku bilang namaku bukan Kusumo, belau berkeras. “Kusumo Wastuwibowo, kan?” Waduh, susah menyangkal orang yang bisa hafal nama belakangku. Waktu itu kami baru ketemu loh.

Kalaw di Indigo, yang terjadi adalah tukar nama. Aku cukup sering berkoordinasi dengan teman-teman di MIKTI, khususnya yang aktif juga di majalah Technopreneur. Jadi, seneng juga lihat mereka jadi panitia di sebuah acara bincang IT Dengan anak muda di kawasan Adityawarman, sekitar tahun 2010. Oche, dari Divisi Multimedia, sudah menyampaikan ke mereka, bahwa speakernya bernama Kuncoro. Tapi somehow, temen2 MIKTI kekeuh nyebut nama Baskoro. Aku cuekin aja. Toh MC-nya kenal aku. Tapi waktu aku harus maju, MC teteup manggil nama Baskoro. Wkwkwk. Waktu turun, aku sempat protes ke Mas Zaki yang merangkap MC. “Kok bisa lupa namaku sih?” Dan dia menjawab santai, “Aku yakin namamu Kuncoro. Tapi semua nyebutnya Baskoro sih. Jadi nggak yakin. Memang biasanya sih aku yang pelupa.”

Aku kerjasama dengan MIKTI mengurusi Indigo Fellowship. Dan selama itu, tukar nama Kuncoro vs Baskoro jadi candaan rutin.

Untuk Indigo Fellows, kami bekerja sama dengan Warta Ekonomi, bukan dengan MIKTI. Aku seharusnya tidak ikut tim ini di tahun 2010 itu. Tapi Pak Ma’ruf naik haji, jadi Pak Baskoro (nah, ini Baskoro beneran) memintaku aktif lagi, bantuin Indigo. Di suasana hujan lebat, kami ke rapat Indigo Fellows di FX. Begitu masuk, Pak Baskoro pun disambut panitia: “Apa kabar, Pak Kuncoro?”

Asiiiik. Satu-sama.

&nbsp;]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pi.koen.cc/2012/04/namaku-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IEEE Tutorial Series: April</title>
		<link>http://kuncoro.com/2012/04/ieee-tutorial-series-april/</link>
		<comments>http://kuncoro.com/2012/04/ieee-tutorial-series-april/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 14:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuncoro.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[The year 2012 almost ruthlessly enforced to work hard without leaving time to spare. April is like its peak. I have to prepare at least two new products, do some administrative affairs, and other things. But there&#8217;s still time devoted for the IEEE. IEEE COMNETSAT and IEEE CYBERNETICSCOM are now in the phase of paper [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The year 2012 almost ruthlessly enforced to work hard without leaving time to spare. April is like its peak. I have to prepare at least two new products, do some administrative affairs, and other things. But there&#8217;s still time devoted for the IEEE.</p>
<p><a href="http://comnetsat.org">IEEE COMNETSAT</a> and <a href="http://cyberneticscom.org">IEEE CYBERNETICSCOM</a> are now in the phase of paper reviewing, after paper submission had been closed on 15 April. I have contacted all the COMNETSAT&#8217;s Track Chairs, and they had begun to contact the reviewers. In early May, all the paper should have got status of acceptance into the conference. COMNETSAT and CYBERNETICSCOM are the first two conferences established by IEEE Indonesia Section. Previous conferences, including the TENCON 2011 last November, were sometimes hosted and organised by IEEE Indonesia Section; but they belong to the IEEE (centre), one or more of of its Societies, or Region. Anyway, both these conferences has obtained Letter of Acquisition from the IEEE, and thus have the status as IEEE Conferences.</p>
<p>Last week (14 April), IEEE Indonesia Section held a Public Lecture on Small Cell. This lecture took place at GSD ITTelkom, Dayeuhkolot, Bandung. The main speakers were Arief Hamdani who presented the introduction of the Small Cell, which was formerly known as Femtocell. Anto Sihombing then continued to provide some updates from Small Cell Forum that he attended last March in Taipei. Then I gave a little extra on Cognitive Radio, which will somehow closely link to the use of spectrum within the framework of Small Cell.</p>
<p>My slide for Cognitive Radio lecture:</p>
<p><object type='application/x-shockwave-flash' wmode='opaque' data='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12545470&doc=cognitiveradiointroductionandmainissues-120415062807-phpapp02' width='425' height='348'><param name='movie' value='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12545470&doc=cognitiveradiointroductionandmainissues-120415062807-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /></object><br />
&nbsp;<br />
The next Saturday (April 21), the IEEE Indonesia Section in cooperation with IEEE Women in Engineering carried out a joint activity to commemorate Kartini Day, which was the IEEE Tutorial Series on Advancing Technology for Humanity, at the Orchid Auditorium Campus, University of Bina Nusantara. Ms Nelly, the Vice Rector of the University of Bina Nusantara commenced the programme; then I spent 5 minutes as the Vice Chair of the IEEE Indonesia Section to welcome the participants. However, all materials were presented by the women-engineers, with styles that show the strength of women engineers in Indonesia:</p>
<ol>
<li>Dr. How Wie Chie, Dean of the Faculty of Engineering Binus</li>
<li>Hardyana Syintawati, VP of MarCom Erickson</li>
<li>Erina Tobias, Director of Engineering TVRI</li>
<li>Agnes Irwanti, Multikom Business Development Director</li>
</ol>
<p>After lunch break, in the same place, the IEEE Indonesia Section and IEEE Comsoc Indonesia Chapter held an IEEE Tutorial Series on Cloud &amp; Ubiquitous Computing. Speakers on this afternoon sessions:</p>
<ol>
<li>Kuncoro Wastuwibowo &#8211; Ubiquitous and Context-Aware Computing</li>
<li>Satriyo Dharmanto &#8211; Cloud Computing</li>
<li>Arief Hamdani Gunawan &#8211; Ubiquitous Mobile Computing</li>
</ol>
<p>My slide for Ubiquitous Computing lecture:</p>
<p><object type='application/x-shockwave-flash' wmode='opaque' data='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12628595&doc=ubiquitouscomputingv03-120421041636-phpapp02' width='425' height='348'><param name='movie' value='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12628595&doc=ubiquitouscomputingv03-120421041636-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /></object><br />
&nbsp;<br />
After the lecture, we went up to 8th floor, to attend the first Officer Meeting of the IEEE Indonesia Section of the year 2012. This meeting was attended by the Advisory Board, the Executive Committee, the Activity Committee, and representatives from Chapters (Comsoc, MTT / AP) and Student Branches (UI, ITTelkom). We discussed the 2012 work program, plus a plan to amend the Bylaws that have been aged &#8212; it almost 25 years old.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuncoro.com/2012/04/ieee-tutorial-series-april/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>April Tutorial Series</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/04/22/april-tutorial-series/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/04/22/april-tutorial-series/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 08:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3583</guid>
		<description><![CDATA[Aku sibuk. Haha. Tapi itu bukan hal baru. Dan konon memang orang sibuk adalah orang yang mau sibuk. Jadi jangan serahkan pekerjaan ke orang yang tidak sibuk. Dunia melaju kencang, dan ada yang tidak sibuk? Pasti ada yang salah :D. Tapi masih ada waktu yang harus dipaksaluangkan untuk kegiatan IEEE. IEEE CYBERNETICSCOM dan IEEE COMNETSAT [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sibuk. Haha. Tapi itu bukan hal baru. Dan konon memang orang sibuk adalah orang yang mau sibuk. Jadi jangan serahkan pekerjaan ke orang yang tidak sibuk. Dunia melaju kencang, dan ada yang tidak sibuk? Pasti ada yang salah :D.</p>
<p>Tapi masih ada waktu yang harus dipaksaluangkan untuk kegiatan <a href="http://ieee.web.id">IEEE</a>. IEEE CYBERNETICSCOM dan IEEE COMNETSAT saat ini sudah mulai memasuki tahap paper review, setelah penerimaan paper ditutup tanggal 15 April lalu. Track chair sudah mulai dihubungi, dan mulai menghubungi para reviewer. Dijadwalkan, di awal Mei, paper telah memperoleh status untuk bisa diterima ke dalam kedua konferensi itu. Oh ya, <a href="http://cyberneticscom.org">CYBERNETICSCOM</a> dan <a href="http://comnetsat.org">COMNETSAT</a> ini adalah dua konferensi perdana yang disusun oleh IEEE Indonesia Section. Konferensi sebelumnya, termasuk TENCON 2011 November lalu, adalah konferensi dari IEEE pusat, Society, atau Region yang dituanrumahi Indonesia. Namun kedua konferensi ini telah memperoleh Letter of Acquisition dari IEEE, dan dengan demikian memperoleh status sebagai IEEE Conference.</p>
<p>Minggu lalu (14 April), IEEE Indonesia Section menyelenggarakan Kuliah Umum bertemakan Small Cell. Kuliah ini bertempat di GSD ITTelkom, Dayeuhkolot, Bandung. Speaker utama adalah Arief Hamdani yang menyampaikan pengenalan dan pendalaman atas Small Cell, yang dulu dikenal dengan nama Femtocell. Anto Sihombing melanjutkan dengan memberikan update dari Small Cell Forum yang diikutinya Maret lalu di Taipei. Aku memberikan tambahan sedikit tentang Cognitive Radio, yang somehow akan berkait erat dengan pemanfaatan spektrum bersama dalam kerangka Small Cell.</p>
<p>Slide untuk Cognitive Radio:</p>
<p><center><object type='application/x-shockwave-flash' wmode='opaque' data='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12545470&doc=cognitiveradiointroductionandmainissues-120415062807-phpapp02' width='425' height='348'><param name='movie' value='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12545470&doc=cognitiveradiointroductionandmainissues-120415062807-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /></object></center>Minggu berikutnya dipenuhi urusan dua produk baru dan satu program tahunan, migrasi web CYBERNETICSCOM dan COMNETSAT, plus urusan visa. Hal-hal yang membuat tidur nyaris selalu dimulai di sekitar jam 3:00 pagi selama rata-rata 3 jam saja. Lain hari kita bahas deh tentang dua produk baru yang menarik ini.</p>
<p>Dan Sabtu ini (21 April), IEEE Indonesia Section bekerja sama dengan IEEE Women in Engineering menyusun kegiatan bersama, memperingati Hari Kartini, dalam bentuk IEEE Tutorial Series on Advancing Technology for Humanity, di Auditorium Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara. Kegiatan dibuka Ibu Nelly sebagai Wakil Rektor II Universitas Bina Nusantara; dan sambutan 5 menit dari aku sebagai Vice Chair dari IEEE Indonesia Section. Namun seluruh materi disampaikan oleh para Engineer Perempuan, dengan style yang menunjukkan kekuatan kaum insinyur perempuan Indonesia:</p>
<ul>
<li>Dr. How Wie Chie, Dekan Fakultas Teknik Binus</li>
<li>Hardyana Syintawati, VP MarCom Erickson</li>
<li>Erina Tobing, Direktur Teknik TVRI</li>
<li>Agnes Irwanti, Multikom Business Development Director</li>
</ul>
<p>Sore, di tempat yang sama, dilangsungkan IEEE Tutorial Series on Cloud &amp; Ubiquitous Computing. Speaker sesi sore ini:</p>
<ul>
<li>Kuncoro Wastuwibowo &#8212; Ubiquitous &amp; Context-Aware Computing</li>
<li>Satriyo Dharmanto &#8212; Cloud Computing</li>
<li>Arief Hamdani Gunawan &#8212; Ubiquitous Mobile Computing</li>
</ul>
<p>Slide untuk Ubiquitous Computing:</p>
<p><center><object type='application/x-shockwave-flash' wmode='opaque' data='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12628595&doc=ubiquitouscomputingv03-120421041636-phpapp02' width='425' height='348'><param name='movie' value='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=12628595&doc=ubiquitouscomputingv03-120421041636-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /></object></center>Selesai? Belum :). Sore &#8211; malam, kita naik ke Lantai 8, dan melangsungkan Officer Meeting pertama di kepengurusan IEEE Indonesia Section periode 2012 ini. Meeting ini dihadiri Advisory Board, Executive Committee, Activity Committee, Chapters (Comsoc, MTT/AP), dan Student Branches (UI, ITTelkom); membahas program kerja 2012, plus rencana untuk melakukan amandemen pada Bylaws yang sudah berusia hampir 25 tahun.</p>
<p>OK, sekarang istirahat dulu. Badan dan hati punya hak diistirahatkan, sebelum Senin datang, dan kita berpacu lagi :). Semangaaat :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/04/22/april-tutorial-series/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flexi Android</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/03/11/flexi-android/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/03/11/flexi-android/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 11:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3566</guid>
		<description><![CDATA[Aku malah sudah lupa di mana si Nokia 6275i (CDMA 2000 1x) itu menghilang. Tapi waktu itu mulai terdengar produk Flexi Android dari Divisi Telkom Flexi yang baru established. Sayangnya request aku untuk bisa dapat Flexi Android selalu menemui jawaban yang sama: indent. Balik ke Nokia? Errh, Nokia sudah tidak lagi menciptakan CDMA 2000 1x [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku malah sudah lupa di mana si Nokia 6275i (CDMA 2000 1x) itu menghilang. Tapi waktu itu mulai terdengar produk Flexi Android dari Divisi Telkom Flexi yang baru established. Sayangnya request aku untuk bisa dapat Flexi Android selalu menemui jawaban yang sama: indent. Balik ke Nokia? Errh, Nokia sudah tidak lagi menciptakan CDMA 2000 1x mobile device yang tidak jelek. Akhirnya sempat dua masa ambil Nokia sih. Tapi syukur di tengah tahun 2011, seorang rekan mendadak menawari untuk membelikan HTC Android yang menurutnya keren sekali. Kebetulan doi seleranya bisa dipercaya; jadi aku langsung pesan. Dalam beberapa hari, aku menerima HTC EVO 3D ini. Dengan semangat tinggi, aku bawa si Evo ke Plasa Telkom. Ooops, baik officer maupun hacker di sana ternyata tak mampu menjinakkan benda keren ini. Sempat cari pihak lain. Idem. Kayaknya aku nggak punya banyak teman lagi di Flexi. Dan aku sedang sangat sibuk untuk harus terus-menerus mengurusi satu hal kecil. Jadi selama beberapa bulan (!), si Evo berfungsi sebagai WiFi Android mini gadget. Tak banyak artinya sih: untuk mini gadget, aku sudah punya iPhone; dan untuk Android, aku sudah pegang Acer Iconia.</p>
<p>Baru bulan lalu, <a href="http://setyobudiyanto.com">Mas Setyo Budianto</a> pindah ke Jakarta. Sua di rapat, aku menyinggung soal si Evo waktu berpisah. Tak lama Setyo mengirim nomor telefon seorang hacker di Flexi Mobile Broadband Centre. Namanya Lukman. Kantornya di ex-kantorku di Gambir :D. Lunch time, aku buat kunjungan singkat ke Gambir. Lukman sudah terbiasa menangani berbagai gadget Flexi, termasuk Evo. Tapi Evo yang ini memang ajaib. Sekian kali usaha penjinakan gagal. Masih super sibuk, aku tinggalkan Evo di Lukman. Dan, dua minggu kemudian, baru Lukman menelefon dengan teriakan kemenangan :D. Ke tempat Lukman lagi, rasanya tampak seperti keajaiban melihat si Evo kini memiliki nyawa Flexi EVDO.</p>
<p><a href="http://www.htc.com/us/products/evo3d-sprint/#tech-specs">HTC EVO 3D</a> ini, selain mengenali CDMA 2000 suite (1x, EVDO) dan WiFi, juga dapat berinteraksi melalui WiMAX Mobile (IEEE 802.16e). Ia mengistilahkan dengan 4G. Tapi aku tak mau ikut profesional marketing yang gemar menipu publik. WiMAX berwarna 802.16d dan 802.16e, serta HSPA dan LTE bukanlah 4G: mereka masih keluarga 3G. IMT-Advanced, atau 4G Mobile, saat ini hanya terdiri atas LTE-Advanced dan WiMAX 802.16m. Dengan Flexi EVDO di dalamnya, gadget ini terasa memiliki spirit hidup. Keraguanku akan sinyal EVDO, GPS, dll di dalamnya hilang. Lincah mentransfer data, dia langsung jadi guide keliling Jakarta dengan Google Maps. Sebelumnya, dengan WiFi, dia cuma dibuka di rumah saja :D. Sempat ada kecanggungan waktu mencobai virtual keyboard, setelah terbiasa dengan iPhone. Tapi ternyata ada fasilitas untuk melakukan kalibrasi. Setelah melakukan setting, mematikan getaran ini itu, aku bisa mengetik lancar. &#8220;Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota &#8230;&#8221; seperti biasanya. Uji (dan pengakraban) atas responsiveness layar sentuh dilakukan dengan Angry Birds :D. Aplikasi standard diinstal dari Android Market (yang hari ini berubah nama jadi <a href="http://play.google.com">Google Play</a>): Twitter, Path, Evernote, Kindle, iQuran Pro, Photoshop, 9Gag Reader. Aplikasi dari Google: Gmail, Gtalk, Goggles, Sky Map. Juga aplikasi khas Andoid: Double Twist, Apparatus, Melon, dll. Beberapa aplikasi ini sudah dibeli waktu aku masih pakai Acer Iconia. Ada <a href="http://market.telkomflexi.com/">Flexi Market</a> juga sih; tapi aku belum banyak coba.</p>
<p>Foto HTC Evo dibandingkan Motorola punya Farah. Keduanya menggunakan Flexi EVDO:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3572" title="HTC-Evo-3D-Motorola" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/03/HTC-Evo-3D-Motorola.png" alt="" width="477" height="412" /></p>
<p>Tanda 3D di belakang nama Evo menunjukkan kemampuan gadget ini mengambil foto tiga dimensi. Ia memiliki dua lensa kamera untuk mengambil gambar secara stereo, serta menampilkan cita 3D hasilnya di layar 4.3&#8243; miliknya tanpa bantuan kacamata atau perangkat lain. File hasilnya berekstensi MPO. Saat ditransfer ke Mac OS X, dia jadi file yang mengandung dua gambar JPG saja, dengan pergeseran kiri-kanan. Hasilnya, OK sekali. Benar-benar harus kagum. Sayangnya tidak bisa dishare di web, gambar-gambar 3D ini :D.</p>
<p>Yang juga mengagumkan adalah kemampuan si Evo melakukan tethering. Di jalan-jalan antara Pondok Bambu ke Kebon Sirih, aku sekarang lebih memilih tethering ke Evo ini daripada iPhone (yang keduanya menggunakan akses Internet dari Telkom Group: Flexi dan Flash). Performance-nya luar biasa. Tapi mungkin memang trafik pemakai Flexi juga masih lebih rendah. Juga aku sempat rapat di Citiwalk sekitar tiga minggu lalu. Tidak ada akses WiFi di ruang rapat, sementara rapatnya bersifat teknis. Jadi aku lakukan tethering dari Evo ke notebook. Seorang rekan minta sharing. Satu lagi. Dan satu lagi. Jadi total 4 notebook, termasuk untuk demo video. Terakhir, dalam perjalanan Jakarta-Bandung, walaupun sinyal EVDO hilang di beberapa titik, aku bisa melakukan akses kencang di Bandung hingga Purwakarta, plus Karawang hingga Jakarta. Tentu masih harus set Flexi Combo ke Bandung. Dan memang aku lagi beruntung: Flexi sedang memberikan promo paket mobile broadband, EVDO unlimited. Dishare ke berapa komputerpun, OK :D. Paling baterai jadi cepat habis. Tapi kan bisa dicatu via USB dari notebook &#8212; sampai mereka kehabisan power :D.</p>
<p>OK. Ini bukan advertorial. Aku cuman cerita, sambil belum bisa memberikan informasi di mana lagi kita bisa cari HTC Evo ini :D. Juga bukan buat pamer, kerna tentu kita tahu tidak ada yang bisa dipamerkan dari gadget yang cuman tinggal beli ini. Kecuali kalau kita ikutan bikin :D. Weekend lalu aku dapat kesempatan sharing cerita di Sudirman Citiwalk, ke komunitas <a href="http://jeruknipis.com">Jeruk Nipis</a> dan <a href="http://www.gadtorade.com/">Gadtorage</a>. Sebenarnya aku harus cerita tentang WiFi.id. Tapi banyak yang malah bertanya soal Flexi Andoid. Termasuk pengalaman ber-Flexi EVDO menggunakan HTC Evo yang sedang aku pegang. Aku cuman bisa janji bikin tulisan kecil soal ini. Jadi tulisan ini sekedar memenuhi janji. Lunas :D</p>
<p>Tambahan:</p>
<ul>
<li>Mendadak aku bisa melakukan call dari Flexi ke nomor dengan tanda plus. Mis: +62-812-8888-1820. Wow, mulai kapan ini berlaku? Apapun, ini mempermudah dalam sinkronisasi buku alamat dari Android ke Google ke Mac OS ke iOS. Thank you!</li>
<li>Coverage dan tarif Flexi EVDO dapat diacu dari situs <a href="http://telkomflexi.com">TelkomFlexi.com</a>, bagian Mobile Broadband. Kebetulan beberapa bulan ini ada promo EVDO Unlimited dengan kurang dari 50rb / bulan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/03/11/flexi-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Northern Echo</title>
		<link>http://travgeek.net/2012/02/04/the-northern-echo/</link>
		<comments>http://travgeek.net/2012/02/04/the-northern-echo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 16:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Britain]]></category>
		<category><![CDATA[Darrowby]]></category>
		<category><![CDATA[England]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Thirsk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://travgeek.net/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata, selain di Darlington and Stockton Times, Dan Howlet akhirnya benar2 memasang kisah kesintinganku di The Northern Echo. Bahkan di tanggal yang sama dengan Darlington and Stockton. Aku ingat sekali waktu itu artikel ini tak ditemukan di The Northern Echo. Mungkin ada penataan arsip dll yang membuat artikel ini masuk ke sini. Asik nggak sih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata, selain di <a href="http://travgeek.net/2010/05/10/darlington-and-stockton-times/">Darlington and Stockton Times</a>, Dan Howlet akhirnya benar2 memasang kisah kesintinganku di The Northern Echo. Bahkan di tanggal yang sama dengan Darlington and Stockton. Aku ingat sekali waktu itu artikel ini tak ditemukan di The Northern Echo. Mungkin ada penataan arsip dll yang membuat artikel ini masuk ke sini.</p>
<p><img class="size-full wp-image-570 aligncenter" title="NothernEcho" src="http://travgeek.net/wp-content/uploads/2012/02/NothernEcho.png" alt="" width="500" height="326" /></p>
<p>Asik nggak sih, kalau aku iseng2 ke Darrowby a.k.a. Thirsk lagi? :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://travgeek.net/2012/02/04/the-northern-echo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Penerbitan Paper</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/02/03/kewajiban-penerbitan-paper/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/02/03/kewajiban-penerbitan-paper/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 01:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3560</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal menarik minggu ini. Weekend lalu, Ditjen Dikti menerbitkan kebijakan yang mengharuskan para mahasiswa tingka S1, S2, dan S3 untuk menerbitkan paper di jurnal (untuk S1), jurnal terakreditasi Dikti (untuk S2), dan jurnal internasional (untuk S3). Penerbitan paper ini menjadi syarat bagi kelulusan di setiap level itu. Kebijakan ini dapat disimak pada Situs Ditjen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal menarik minggu ini. Weekend lalu, Ditjen Dikti menerbitkan kebijakan yang mengharuskan para mahasiswa tingka S1, S2, dan S3 untuk menerbitkan paper di jurnal (untuk S1), jurnal terakreditasi Dikti (untuk S2), dan jurnal internasional (untuk S3). Penerbitan paper ini menjadi syarat bagi kelulusan di setiap level itu. Kebijakan ini dapat disimak pada <a href="http://tlk.lv/wajibjurnal">Situs Ditjen Dikti</a>. Ada kebijakan lain beberapa minggu sebelumnya, yang menetapkan bahwa jurnal-jurnal yang diakui adalah <a href="http://tlk.lv/jurnalonline">jurnal yang juga dapat diakses secara online</a>.</p>
<p>Aku sempat menyinggung soal ini, baik di Twitter maupun Facebook. Dan karena ini adalah soal akademis, tanggapan yang masuk pun bernada jernih, dengan kadar pro dan kontra tertentu pada setiap pendapat.</p>
<p>Kebijakan itu sebenarnya bertujuan baik. Saat ini, di luar kampus, kepakaran akademis masyarakat Indonesia tidak menarik sama sekali. Kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, sangat rendah &#8212; tak mampu mengeksplorasi gagasan yang dalam, kompleks, apalagi melintas bidang. Komunikasi publik di Indonesia memang terkenal ramai. Indonesia jago di Twitter, Facebook, blog. Tapi komunikasinya dangkal, dengan argumen dan gagasan yang tak tergali. Komunikasi publik bersifat instan, tak lebih dalam dari komunikasi transaksi barang dagangan. Surat dari Dikti yang membandingkan kita dengan Malaysia pun valid dan menyentak. Tak perlu dengan UK, Jepang, dll; dengan tetangga pun kita jadi tampak primitif.</p>
<p>Keharusan menulis paper dalam konteks ini jadi relevan. Bukan hanya untuk mengejar terget angka yang bisa dibandingkan dengan negeri jiran, tentu. Somehow kita harus menyelamatkan dan menumbuhkan komunikasi publik dan komunikasi akademis yang lebih cerdas di masa mendatang. Paper, yang direview oleh sejawat seprofesi, adalah pendekatan yang jauh lebih baik daripada kolom atau artikel di media, yang direview sesuai selera editor atau sebaliknya oleh officer yang mungkin memiliki kompetensi berbeda. Paper juga tidak bisa digantikan oleh self-publishing text yang sebagian besar masih tanpa review. Memang tidak ada sesuatu yang sempurna; tetapi paper dengan peer-review masih menjadi pilihan terbaik dalam transaksi ide dan informasi ilmiah.</p>
<p>Yang mengkhawatirkan dari kebijakan ini memang gayanya yang mendadak. BTW, kapan kebijakan ini harus mulai berlaku? Apakah seketika berlaku, atau perlu memperoleh semacam ratifikasi dari kampus? Atau &#8212; seperti banyak kebijakan lain &#8212; tidak dijalankan sebelum juklak dibuat. Banyak hal tak menarik bisa timbul dari kebijakan yang mendadak diberlakukan. Kesiapan jurnal-jurnal misalnya. Cukupkah jumlah jurnal per bidang studi, dan kapasitas pengolahan paper setiap jurnal itu, menghadapi kebutuhan kelulusan mahasiswa (terutama S1) yang membanjir setiap tahun. Banyak kampus yang selama ini sudah menghalalkan segala cara untuk meluluskan mahasiswanya, agar bisa segera terlepas dari mahasiswa lama dan bisa menerima mahasiswa baru. Pemaksaan ini bisa berakibat terbitnya paper-paper sampah di jurnal-jurnal yang mendadak akan turun kualitasnya juga.</p>
<p>Aku rasa pemerintah harus belajar untuk mengimplementasikan kebijakan yang bijak dengan cara yang bijak juga: mempersiapkan, menumbuhkan, mendukung, dan mengajak serta komunitas akademis. Dengan demikian, tidak akan terjadi penolakan atau implementasi yang kontraproduktif.</p>
<p>Ada pendapat lain mengenai ini?</p>
<p>Sementara itu, khusus masyarakat ICT, IEEE Indonesia Section tahun ini akan menyelenggarakan setidaknya tiga konferensi dan satu simposium, tempat kita bisa memasukkan paper, mempresentasikan, dan menyaksikannya diterbitkan di IEEE Explore nan bergengsi itu. Sila simak:</p>
<ul>
<li>IEEE International Conference on Computational Intelligence and Cybernetics (CyberneticsCom) [<a href="http://tlk.lv/cyberneticscom">info</a>] [<a href="http://cyberneticscom.org">site</a>]</li>
<li>IEEE International Conference on Communication, Networks and Satellite (ComNetSat) [<a href="http://tlk.lv/comnetsat">info</a>] [<a href="http://comnetsat.org">site</a>]</li>
<li>IEEE Conference on Control, Systems &amp; Industrial Informatics (ICCSII) [<a href="http://tlk.lv/iccsii">info</a>] [<a href="http://iccsii.org">site]</a></li>
<li>IEEE Symposium on Green Technology and Systems (ISGTS) [<a href="http://tlk.lv/isgts">info</a>] [<a href="http://isgts.org">site</a>]</li>
</ul>
<p>Tentu masih ada jurnal online <a href="http://tlk.lv/iij">Indonesia Internetworking Journal</a>, yang menerima paper dalam Bahasa Inggris (diutamakan) dan Bahasa Indonesia mengenai berbagai aspek ICT dengan penekanan pada implementasi di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/02/03/kewajiban-penerbitan-paper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketua Baru Comsoc Indonesia</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 13:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[IEEE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3548</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu society yang terkuat di IEEE, Communications Society (Comsoc) memiliki tata atur yang bersifat otonom terhadap organisasi induknya (IEEE). Jabatan President di Comsoc misalnya, memiliki masa bakti dua tahun. Ini berbeda dengan IEEE, dimana seorang yang terpilih menjadi presiden akan memangku jabatan President-Elect selama 1 tahun, President selama 1 tahun, dan Past-President selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu society yang terkuat di <a href="http://www.ieee.org">IEEE</a>, <a href="http://comsoc.org">Communications Society (Comsoc)</a> memiliki tata atur yang bersifat otonom terhadap organisasi induknya (IEEE). Jabatan President di Comsoc misalnya, memiliki masa bakti dua tahun. Ini berbeda dengan IEEE, dimana seorang yang terpilih menjadi presiden akan memangku jabatan President-Elect selama 1 tahun, President selama 1 tahun, dan Past-President selama 1 tahun. Di Indonesia, tengah diupayakan pola yang serupa untuk <a href="http://komunikasi.org">IEEE Comsoc Indonesia Chapter</a>: chair dipilih setiap 2 tahun. Sayangnya, ini kadang tak berhasil. Misalnya, awal tahun 2011 lalu, Election Committee menyampaikan bahwa aku harus memegang posisi chairman di tahun ketiga, dan dengan demikian menjadi chairman pertama yang memegang posisi ini selama tiga tahun. Tahun ini, aku memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Dan mudah2an di tahun2 berikutnya tidak akan terjadi lagi :).</p>
<p>Tahun ini, Election Committee telah melaksanakan tugasnya di pertengahan Januari, dan memilih ketua baru Comsoc Indonesia sbb:</p>
<ul>
<li>Chairman: <a href="http://id.linkedin.com/in/satriyodharmanto">Satriyo Dharmanto</a></li>
<li>Vice Chair / Member Development: <a href="http://id.linkedin.com/in/antosihombing">Anto Martua Christian Sihombing</a></li>
</ul>
<p>IEEE Indonesia Section sendiri baru didirikan pertengahan 1980an. Di pertengahan 1990an, didirikan Joint Chapter of Computer &#038; Communications Society, untuk mewadahi spesialisasi dari dua IEEE society yang memiliki anggota terbanyak. Di tahun 2003, diputuskan untuk memisahkan joint chapter ini menjadi IEEE Computer Society Indonesia Chapter dan IEEE Communications Society Indonesia Chapter. Selama 10 tahun ini, Comsoc Chapter mengalami kepemimpinan enam chair.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3549" title="IEEE Comsoc Indonesia Chapter Chair" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/01/Comsoc-Chairs.png" alt="" width="550" height="482" /></p>
<p>Kegiatan Comsoc selama beberapa tahun terakhir ini cukup banyak; dan sebagian sudah aku paparkan cukup rinci di blog ini. Section Chair sempat menyebut bahwa Comsoc Chapter adalah chapter teraktif di Indonesia. Jumlah anggota juga meningkat cukup significant di tahun terakhir. Tapi peningkatan ini sangat didukung oleh kebijakan Comsoc (pusat) memberlakukan keanggotaan Comsoc secara gratis di tahun pertama bagi setiap anggota IEEE yang memperpanjang keanggotaannya :).</p>
<p>Secara realistis, walaupun promosi ke masyarakat, baik masyarakat akademik, masyarakat industri, maupun masyarakat umum terus menerus dilakukan dengan berbagai style, namun minat masyarakat Indonesia untuk bergabung dan beraktivitas di organisasi teknis akademis semacam ini belum terlalu besar. Membandingkan dengan Jepang atau UK mungkin terlalu jauh; tapi di negara2 yang masyarakatnya sadar bahwa budaya digital adalah peluang untuk tumbuh sebagai manufacturer dan bukan sebagai konsumen, misalnya India dan Cina, jumlah anggota IEEE meningkat tajam, sehingga Section harus dipecah per wilayah untuk dapat menampung aktivitas anggota.</p>
<p>So, selamat bekerja, New Chairman dan tim yang akan dibentuknya. Tentu kami, para engineer di dunia telekomunikasi Indonesia, akan memberikan dukungan yang maksimal selalu.</p>
<p>Aku sendiri di tahun 2012 ini belum akan off dari kegiatan di IEEE. Aku masih akan bertugas di Technical Committee di <a href="http://comnetsat.org">COMNETSAT</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internetworking Indonesia, Fall 2011</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 16:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[iij]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[journal]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3534</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang beberapa minggu lalu aku kicaukan di Twitter, Internetworking Indonesia Journal edisi Musim Gugur / Musim Dingin 2011 telah terbit. Kali ini ia merupakan terbitan khusus, bertajuk Special Issue on Social Implications of ICTs in the Indonesian Context. Ada beberapa hal yang istimewa pada terbitan ini. Pertama, kali ini (dan mudah-mudahan untuk seterusnya) semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang beberapa minggu lalu aku kicaukan di Twitter, <a href="http://www.internetworkingindonesia.org/">Internetworking Indonesia Journal</a> edisi Musim Gugur / Musim Dingin 2011 telah terbit. Kali ini ia merupakan terbitan khusus, bertajuk <strong>Special Issue on Social Implications of ICTs in the Indonesian Context</strong>. Ada beberapa hal yang istimewa pada terbitan ini. Pertama, kali ini (dan mudah-mudahan untuk seterusnya) semua paper telah ditulis dalam Bahasa Inggris. Memang IIJ bersifat dwibahasa, dan memperkenankan paper ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Namun kita tentu paham bahwa paper dalam Bahasa Inggris akan memiliki jangkauan pembaca yang jauh lebih luas. Kedua, edisi kali ini membahas topik yang diminati banyak kalangan, dari para peneliti, pengamat amatir, hobby-ist, pebisnis, dan developer, yaitu Media Sosial.</p>
<p><a href="http://tlk.lv/iij"><img class="aligncenter size-full wp-image-3537" title="Indonesia-Internetworking-Journal" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/01/Indonesia-Internetworking-Journal.png" alt="" width="370" height="350" /></a></p>
<p>Editor tamu pada edisi ini adalah Prof. Merlyna Lim dari Arizona State University dan Dr. Yanuar Nugroho dari University of Manchester. Keduanya kebetulan secara personal pernah berinteraksi denganku, dan lucunya lebih banyak dalam konteks keseriusan yang bersalut candaan.</p>
<p>Paper pada edisi ini meliputi:</p>
<ul>
<li><strong>Guest Editors&#8217; Introduction, </strong>by Merlyna Lim and Yanuar Nugroho</li>
<li><strong>Cyber <em>Taman Mini Indonesia Inda</em>h: Ethnicity and Imagination in Blogging Culture, </strong>by Endah Triastuti and Inaya Rakhmani</li>
<li><strong>An assessment of Mobile Broadband Access in Indonesia: a Demand or Supply Problem?  </strong>by Ibrahim Kholilul Rohman and Erik Bohlin</li>
<li><strong>The Internet and the Public Sphere in Indonesia&#8217;s New Democracy: a Study of <em>Politikana.com, </em></strong>by Agustina Wayansari</li>
<li><strong>The Experience of NGOs in Indonesia to Develop Participatory Democracy by the Use of the Internet, </strong>by Yohanes Widodo</li>
<li><strong>The Role of Local e-Government in Bureaucratic Reform in Terong, Bantul District, Yogyakarta Province, Indonesia, </strong>by Ambar Sari Dewi</li>
</ul>
<p>Sila kunjungi situs edisi ini, atau langsung download jurnal online ini secara gratis pada link-link ini:</p>
<p><div class='one_half'>
					<a href='http://tlk.lv/iij6' class='icon-button people-icon'><span class='et-icon'><span>IIJ Edisi 2 / 2011</span></span></a><div class="clear"></div>
				</div><div class='one_half last'>
					<a href='http://tlk.lv/iij06' class='icon-button download-icon'><span class='et-icon'><span>IIJ Edisi 2 / 2011 (PDF)</span></span></a><div class="clear"></div>
				</div><div class='clear'></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CFP: Comnetsat 2012</title>
		<link>http://kuncoro.wordpress.com/2012/01/10/cfp-comnetsat-2012/</link>
		<comments>http://kuncoro.wordpress.com/2012/01/10/cfp-comnetsat-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 18:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuncoro.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[The IEEE International Conference on Communication, Networks and Satellite (COMNETSAT 2012) is a conference conducted by the IEEE Indonesia Section. It targets to address current state of the technology and the outcome of the ongoing research in the area of Telecommunications, Networks and Satellite Systems. Articles of interdisciplinary nature are particularly welcome. ComNetSat 2012 covers theory, design [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuncoro.wordpress.com&#38;blog=76908&#38;post=315&#38;subd=kuncoro&#38;ref=&#38;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The <strong>IEEE International Conference on Communication, Networks and Satellite (COMNETSAT 2012)</strong> is a conference conducted by the IEEE Indonesia Section. It targets to address current state of the technology and the outcome of the ongoing research in the area of Telecommunications, Networks and Satellite Systems. Articles of interdisciplinary nature are particularly welcome. ComNetSat 2012 covers theory, design and application of computer and telecommunication, networks and satellite systems. During recent years there as been an impressive increase in the use of networked applications and networks are now key resources in any information system configuration. Wireless and fixed line networks complemented by a growing range of mobile devices are having a significant impact on the way we run our lives and our business. Comnetsat 2012 invites papers, original &amp; unpublished work from individuals active in the broad theme of the conference.</p>
<p>The conference proceedings will be published by IEEE and included in IEEE Xplore with ISBN number 978-1-4673-0889-2, IEEE Catalog Number CFP1231S-ART, and will be indexing in Ei Compendex and ISTP. Soon after the Conference, selected authors will be invited to publish the extended versions of their papers in various special issues of our forthcoming international journals and edited research books.</p>
<p><strong>Sponsor and Organizer</strong></p>
<p><strong></strong>ComNetSat 2012 is sponsored and organized by IEEE Indonesia Section.</p>
<p><strong>Important Dates</strong></p>
<p>Full Paper Submission : 1 April 2012<br />
Acceptance Notification : 1 May 2012<br />
Camera Ready + Early Bird Registration : 20 May 2012<br />
Conference Date : 12 – 14 July 2012</p>
<p><strong>Paper Submission</strong></p>
<p>A full paper of not more than 5 pages including abstracts, figures, tables and references with A4 sized page, single spaced, Times Roman of font size 10, two columns format. Paper must be submitted electronically using the IEEE Xplore-compatible PDF via the website. All papers will be peer reviewed. At least one author of each accepted paper must register for the conference for the paper to be included in the program.</p>
<p><strong>Conference Venue</strong></p>
<p>The ComNetSat 2012 is scheduled to conduct in Bali, Indonesia.</p>
<p><strong>More Information</strong></p>
<p>IEEE Conference Reference : <a href="http://www.ieee.org/conferences_events/conferences/conferencedetails/index.html?Conf_ID=19962">19962</a><br />
Info at IEEE Indonesia Section: <a href="http://ieee.web.id/activities/comnetsat/">Comnetsat 2012</a><br />
Conference Site: <a href="http://comnetsat.org">COMNETSAT.ORG</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuncoro.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuncoro.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuncoro.wordpress.com&amp;blog=76908&amp;post=315&amp;subd=kuncoro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuncoro.wordpress.com/2012/01/10/cfp-comnetsat-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://0.gravatar.com/avatar/849894c79677ba209971f845a50f3b25?s=96&amp;amp;d=identicon&amp;amp;r=G" length="" type="" />
		</item>
	</channel>
</rss>

